Saat kini...
Setelah lulus dan hengkang dari almamater tercinta...Kami saat ini tidak semua terjun dalam dunia kependidikan sesuai sumpah kesarjanaan kami. Karena dikondisikan dengan kesempatan, kemauan, situasi dan kondisi, serta takdir...(he he he...), yang jelas pilihan hidup ada pada masing-masing individu.
Saat ini beberapa di antara kami ada yang menjadi pendidik,baik itu di sekolah menengah maupun sekolah tinggi, ataupun guru private. Diantara kami juga ada yang terjun bidang wiraswasta, tak sedikit menjadi marketing, karyawan, bahkan ibu rumah tangga sekali pun... Apa pun profesi kami, semua kami lakukan atas dasar kesempatan dan pilihan hidup yang kami ambil. Yang penting berguna bagi diri sendiri,dan bertanggungjawab pada pekerjaan masing-masing,selanjutnya tentu berguna untuk orang lain dan bangsa pada umumnya.
Pada saat harus memilih pekerjaan,memang itulah saat-saat yang sulit, dimana itulah penentu nasib (he he...) dan masa depan kami, apalagi yang bukan dalam jalur pendidikan,tentunya harus bersaing dengan lulusan non kependidikan yang nota bene benar-benar mendalami ilmu dan pekerjaan tersebut. Tehnik coba-coba, sudah pasti sudah dirasakan sebagian alumni, asal kerja biar ga nganggur juga pasti pernah dirasakan.
Dulu pernah punya anggapan, lulusan IKIP adalah setengah matang,artinya setengah-setengah, kependidikan iya, non kependidikan ga begitu mendalami banget. Jadinya seperti sekarang,sudah dirasakan para alumni pdu91 ini. Pernah juga, mungkin dirasakan oleh teman alumni lain, ada perusahaan yang tidak menerima lulusan IKIP, itu memang sangat kami sadari, karena latar belakang Institut adalah Kependidikan, tapi apa salahnya kan?Jungkir baliknya mencari pekerjaan, menghubungi teman sana sini kalau ada lowongan pekerjaan, bisik-bisik pengen jadi guru honorer, guru les atau pun apalah yang penting kerja...he he.. Bahkan sebagian dari kami, pastinya pernah menghadapi pekerjaan yang benar-benar baru, dalam artian tidak ada kaitannya sama background ijazah kami, tapi kami tak patah semangat, terus belajar dan belajar, walaupun belajarnya sambil terima duit...he he... Sebagian dari kami pun ada yang terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan tinggi, mencari ilmu memang tidak mengenal usia, selain terus mengasah otak...(betul kan...bu...?) itulah sekelumit aktivitas kami setelah lulus kuliah.
Saat ini, detik ini, sudahkan kami puas dengan apa yang sudah dicapai?jawabannya pasti tidak, karena selalu merasa tidak puas, dan ingin mencoba lagi. Teman alumni yang menjagi karyawan/i, wiraswasta,wanita karier, menjadi dosen, kepala sekolah, ketua jurusan, apalagi yang berkeinginan menjadi Pegawai Negeri Sipil, rasanya sudah ke beberapa tempat dituju dan diikutin, masih ga lulus juga...jangan patah semangat teman...masih banyak orang yang membutuhkan kita ko...asal satu kuncinya,kita tidak boleh menyerah, dan selalu bersyukur atas nikmat yang telah diperoleh. Apa pun profesi teman alumni semua, yang penting tetaplah berguna bagi semua semua orang kan... Hidup adalah perjuangan,tanpa perjuangan bukan kehidupan namanya.
Mungkin sebagian diantara alumni pdu91 ada yang berada di tempat yang jauh dari jangkuan teknologi, suatu tempat, desa, entah dimana kami tidak tahu, salut untuk teman-teman yang benar-benar mengabdi untuk kecerdasan anak bangsa ini, untuk teman semua semoga baik-baik saja, suatu saat kalau se-izin Nya, kita pasti bertemu...Insya Allah.
Saat ini sebagian dari kami sudah berkeluarga, Alhamdulillah, mempunyai isteri, suami dan anak yang mendampingi kehidupan kami, yang mempunyai anak satu, dua, tiga, atau empat mungkin...he he..., tergantung planing masing-masing keluarga. Sebagian dari kami juga tidak sedikit yang beralih profesi...apa itu...ya, menjadi ibu rumah tangga, walaupun sebelumnya pernah berkarier, tapi ini juga suatu keputusan yang kami ambil. Karena ternyata walaupun lulusan IKIP dan bisa mengajar anak-anak orang,mendidik anak sendiiri memiliki tantangan tersendiri, saya selalu ingat kata-kata bijak 'ditangan seorang ibu lahirlah anak yang sukses dan ditangan seorang ibu pula lahir suami yang sukses'..yang penting ikhlash...,maka dari itu jangan merasa tidak mempunyai arti karena semua pekerjaan mempunyai tanggungjawab tersendiri. Apa pun pekerjaan itu...Inilah pilihan hidup yang kami ambil, walaupun masih ada diantara kami yang belum berkeluarga, karena memang jodoh siapa yang bisa tahu, kapan dan dimana...sabar yaaa...
Sukses semuanya yaaaaa.....;-)
(Perth, 4 Juni'08 - Ike)